Selanjutnya pada Kamis (27/8/2026), pengujian dilanjutkan untuk posisi Deputi Gubernur BI yang memperebutkan satu kursi antara Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori. Solikin berhasil meyakinkan jajaran wakil rakyat lewat gagasannya mengenai penguatan efektivitas transmisi kebijakan makroprudensial serta pendalaman pasar keuangan nasional.
Sebelum ditetapkan sebagai orang nomor satu di bank sentral, Destry mengemban amanah sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI dan Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019. Ekonom senior ini memiliki rekam jejak panjang di industri keuangan, di antaranya pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Kepala Ekonom Bank Mandiri, serta Ketua Satgas Bersama Pendalaman Pasar Keuangan.
Sedangkan Aida merupakan pejabat karir senior Bank Indonesia yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur BI sejak awal 2022. Memiliki latar belakang pendidikan Doktor Ekonomi dari Claremont Graduate University, AS, Aida berpengalaman luas memimpin sektor perumusan kebijakan moneter, internasional, serta riset makroekonomi bank sentral.
Untuk Solikin menduduki posisi Kepala Institut Bank Indonesia (INS) dan pernah memimpin Departemen Kebijakan Makroprudensial BI. Merupakan salah satu pakar riset moneter utama di bank sentral, Solikin mengantongi gelar Ph.D di bidang Ekonomi dari Universitas Indonesia serta Master dari University of Maryland, AS.
(Rahmat Fiansyah)