Jika ketegangan geopolitik berlanjut, harga minyak global sepanjang 2026 diperkirakan bergerak pada kisaran USD85 hingga USD120 per barel, jauh di atas rata-rata awal tahun yang masih berada di sekitar USD60 per barel.
Dalam kondisi tersebut, keseimbangan antara tekanan biaya industri dan peluang dari kenaikan harga komoditas akan menjadi faktor penentu kinerja ekspor Indonesia ke depan.
Indonesia Eximbank Institute memperkirakan ekspor Indonesia masih dapat tumbuh pada kisaran 4–5 persen pada 2026, meskipun dibayangi ketidakpastian global. Pertumbuhan tersebut berpotensi meningkat menjadi 5–6 persen pada 2027, seiring dengan harapan meredanya tensi geopolitik dan pulihnya permintaan global.
(NIA DEVIYANA)