sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Belanja AI Raksasa Teknologi Rp10,8 Triliun Terancam Gagal Akibat Tekanan Krisis Energi

Technology editor Kontributor IDX Channel
01/05/2026 03:00 WIB
Investasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan (AI) yang menopang kenaikan rekor di bursa saham menghadapi rintangan besar akibat konflik Timur Tengah.
Belanja AI Raksasa Teknologi Rp10,8 Triliun Terancam Gagal Akibat Tekanan Krisis Energi. (Foto: iNews Media Group)
Belanja AI Raksasa Teknologi Rp10,8 Triliun Terancam Gagal Akibat Tekanan Krisis Energi. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Kepala riset di S&P Global Visible Alpha, Melissa Otto, mengatakan investasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan (AI) yang menopang kenaikan rekor di bursa saham menghadapi rintangan besar akibat konflik Timur Tengah, yang mengaburkan prospek pertumbuhan dan biaya energi.

Dilansir dari CNA, Selasa (31/3/2026), sebelum konflik Iran memanas, raksasa teknologi seperti Microsoft, Amazon, Alphabet, dan Meta berencana menggelontorkan sekitar USD635 miliar atau sekitar Rp10,8 triliun untuk pusat data, chip, dan infrastruktur AI pada 2026.

Nilai tersebut melonjak dari sekitar USD383 miliar (Rp6.511 triliun) pada tahun sebelumnya dan jauh lebih tinggi dibandingkan USD80 miliar (Rp1.360 triliun) pada 2019.

Meski hingga kini belum ada indikasi pengurangan investasi modal, harga minyak yang terus tinggi dapat memaksa revisi pengeluaran pada kuartal pertama dan kedua, yang menyebabkan "koreksi yang sangat signifikan di semua pasar ekuitas," kata Otto.

"Saya pikir jika angka belanja modal dikurangi, jika harga energi memang tidak tercermin dalam pendapatan, itu bisa menjadi katalis," ujarnya dalam wawancara di Tokyo pada Senin (30/3/2026).

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement