IDXChannel - Pengembangan Renewable Energy Zones (REZs) dinilai mampu menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mempercepat transisi energi bersih.
Studi INDEF Green Transition Initiative (GTI) bersama Systemiq menunjukkan bahwa pendekatan ini berpotensi menarik investasi hingga USD13–18 miliar (Rp225,6–312,4 triliun) serta menciptakan permintaan listrik sebesar 24–30 TWh.
Potensi tersebut setara dengan pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 8–13 GW, yang difokuskan pada delapan kawasan ekonomi khusus (KEK). Jika diperluas, skalanya dinilai bisa jauh lebih besar.
“Energi terbarukan bukan hanya isu pasokan energi, tetapi bagian dari strategi untuk membuka sumber pertumbuhan baru dan memperluas basis ekonomi Indonesia,” ucap Direktur Eksekutif INDEF di Jakarta, Esther Sri Astuti, Selasa (28/4/2026).
Sejalan dengan ucapan tersebut, Asisten Deputi Percepatan Transisi Energi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Farah Herlianta, menilai bahwa transisi energi harus ditempatkan sebagai strategi inti pembangunan.