Di sisi pembiayaan, kepastian offtaker dan struktur risiko menjadi faktor krusial. Direktur Badan Pengelola Investasi Danantara, Lucky Lukman Nurrahmat, menekankan bahwa tanpa kejelasan permintaan, regulasi, dan infrastruktur, modal tidak akan masuk meskipun konsep REZs dinilai kuat.
Secara keseluruhan, REZs dipandang sebagai instrumen strategis untuk menjembatani kesenjangan antara pengembangan energi terbarukan dan kebutuhan industri. Tanpa integrasi tersebut, target ambisius 100 GW PLTS dalam tiga tahun dinilai sulit tercapai dan tidak optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
(Febrina Ratna Iskana)