IDXChannel - Proyek hilirisasi menguasai investasi asing (foreign direct investment/FDI) sepanjang Januari-Maret 2026. Pada kuartal I-2026, realisasi investasi hilirisasi yang ditanamkan pemodal asing mencapai Rp98,4 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan total realisasi investasi hilirisasi baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp147,5 triliun.
"Realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau 29,6 persen dari total realisasi investasi kuartal-I 2026, tumbuh 8,2 persen secara year-on-year (yoy)," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Rosan mengatakan, kontribusi asing memang masih mendominasi capaian investasi untuk proyek-proyek hilirisasi. Kontribusi PMA tercatat Rp98,4 triliun atau setara 66,7 persen, sementara PMDN berkontribusi Rp49,1 triliun 33,3 persen. Secara geografis, 75,5 persen investasi hilirisasi berada di luar Jawa senilai Rp111,4 triliun.
Rosan menjelaskan, sektor mineral mendominasi capaian investasi dengan total Rp98,3 triliun, dipimpin oleh nikel Rp41,5 triliun, tembaga Rp 20,7 triliun, dan besi baja Rp17,0 triliun. Sektor perkebunan dan kehutanan menyumbang Rp29,8 triliun, didominasi kelapa sawit. Sementara minyak dan gas bumi berkontribusi Rp17,7 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp1,7 triliun.