IDXChannel – Ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung sepanjang 2026 mendorong investor untuk meninjau kembali strategi pengelolaan aset. Di tengah volatilitas pasar keuangan, sejumlah instrumen berisiko rendah, termasuk deposito Bank Perekonomian Rakyat (BPR), mulai menjadi bagian dari pertimbangan diversifikasi portofolio.
Sejumlah faktor eksternal masih memengaruhi sentimen pasar, mulai dari perkembangan geopolitik, kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara. Kondisi tersebut membuat investor cenderung lebih berhati-hati dalam menentukan alokasi investasi.
Analis pasar menilai diversifikasi tetap menjadi salah satu strategi yang umum digunakan untuk mengelola risiko. Melalui pendekatan tersebut, investor dapat menyebar penempatan dana ke berbagai jenis aset yang memiliki karakteristik risiko dan potensi imbal hasil berbeda.
Senior Marketing Manager DepositoBPR by Komunal, R. Anggoro Putro Wibowo, mengatakan masyarakat saat ini semakin memperhatikan faktor keamanan dan kemudahan akses dalam memilih instrumen penempatan dana.
"Kami melihat semakin banyak masyarakat yang ingin menempatkan dana pada instrumen yang stabil dengan proses yang praktis dan transparan. Akses digital membuat masyarakat dapat membandingkan pilihan deposito sesuai kebutuhan finansial mereka dengan lebih mudah," ujar Anggoro dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).