sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perbankan RI Didorong Investasi di Proyek Energi Terbarukan, Butuh Rp1.650 Triliun hingga 2035

Economics editor Wahyu Dwi Anggoro
14/02/2026 21:09 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Indonesia akan mengembangkan energi terbarukan.
Perbankan RI Didorong Investasi di Proyek Energi Terbarukan, Butuh Rp1.650 Triliun hingga 2035. (Foto: Inews Media Group)
Perbankan RI Didorong Investasi di Proyek Energi Terbarukan, Butuh Rp1.650 Triliun hingga 2035. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Indonesia akan mengembangkan energi terbarukan hingga 50.000 Megawatt (MW) dalam 10 tahun ke depan. 

Angka tersebut berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru. Adapun kebutuhan investasi untuk proyek-proyek energi terbarukan itu sekitar Rp1.650 triliun. 

"Di RUPTL kita sekarang untuk 2025 sampai dengan 2035, kita 50 Gigawatt itu kita dorong dengan memakai energi baru terbarukan. Baik air, kemudian matahari. Dengan total investasi kurang lebih sekitar Rp1.650 triliun,” kata Bahlil dalam paparannya di acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, dikutip pada Sabtu (14/2/2026).

Ia menilai proyek energi terbarukan tersebut menjadi peluang strategis bagi perbankan nasional karena memiliki jaminan pembelian. Keterlibatan bank dalam negeri dinilai penting agar manfaat pembiayaan tetap berputar di dalam negeri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Ini peluang-peluang yang menjadi trigger (pemicu) pertumbuhan ekonomi kita ke depan. Jadi kalau teman-teman perbankan nasional tidak membeli ini (berinvestasi), pasti perbankan asing dengan bunga yang lebih murah akan masuk. Dan ini yang kita tidak inginkan," kata Bahlil.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement