AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

KRI Nanggala Tenggelam, TNI AL: Tersisa Empat Kapal Selam

ECONOMICS
Riezky Maulana
Selasa, 27 April 2021 12:23 WIB
Pasca tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di Perairan Utara Bali, Indonesia saat ini hanya memiliki empat kapal selam.
KRI Nanggala Tenggelam, TNI AL: Tersisa Empat Kapal Selam (FOTO: MNC Media)
KRI Nanggala Tenggelam, TNI AL: Tersisa Empat Kapal Selam (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pasca tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di Perairan Utara Bali, Indonesia saat ini hanya memiliki empat kapal selam untuk menjaga wilayah perairan Indonesia.

Adapun kapal selam yang tersisa yaitu, KRI Cakra 401, KRI Nagapasa 403, KRI Ardadeli 404, serta KRI Alugoro 405.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono menjelaskan, terkini KRI Cakra-401 masih melaksanakan perawatan atau overhaul. Sementara tiga sisanya sudah siap melaksanakan operasi.

"Kita sekarang ini sisa empat kapal selam, satunya sejenis Nanggala, yaitu KRI Cakra 401. Sekarang sedang overhaul. Kemudian yang tiga lagi saat ini kondisinya siap melaksanakan operasi," ungkapnya ssat konferensi pers, Selasa (27/4/2021).

Di kesempatan yang dama, Asrena KSAL Laksamana Muda Muhammad Ali menjelaskan, pihaknya pasti akan melakukan audit dan investigasi terkait dengan tenggelamnya KRI Nanggala-402. Dua hal itu akan dilakukan dengan melibatkan para pakar dan ahli kapal selam.

"Kalau masalah di audit pastinya kita audit. Jadi kita akan investigasi semua. Tapi harus menghadirkan para pakar bukan para pengamat. Para ahli kapal selam dan ahli pembuat kapal selam," ucapnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD