AALI
9300
ABBA
535
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1265
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2780
ADHI
920
ADMF
7675
ADMG
212
ADRO
1740
AGAR
370
AGII
1475
AGRO
2350
AGRO-R
0
AGRS
200
AHAP
69
AIMS
312
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4070
AKSI
434
ALDO
755
ALKA
228
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
457.34
-0.19%
-0.86
IHSG
6113.11
-0.15%
-9.38
LQ45
859.88
-0.17%
-1.43
HSI
24500.39
1.21%
+291.61
N225
30183.96
-0.19%
-56.10
NYSE
16599.80
0.37%
+60.65
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
797,200 / gram

Kritik Kewajiban PCR Bagi Penumpang Pesawat, Karyawan Garuda Surati Mendagri

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Rabu, 04 Agustus 2021 18:13 WIB
Serikat Bersama Garuda Bersatu (Sekber) menyikapi persyaratan pemberlakuan kebijakan perjalanan oleh Menteri Dalam Negeri yaitu sarat PCR H-2 dari Pemerintah.
Kritik Kewajiban PCR Bagi Penumpang Pesawat, Karyawan Garuda Surati Mendagri. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Serikat Bersama Garuda Bersatu (Sekber) menyikapi persyaratan pemberlakuan kebijakan perjalanan oleh Menteri Dalam Negeri yaitu sarat PCR H-2 yang dikeluarkan oleh pemerintah terhadap regulasi transformasi penumpang Pesawat Udara.

Sekber mengritik regulasi tentang instuksi menteri dalam negeri nomor 27 tahun 2021 Tentang PPKM khususnya perjalanan Udara dan perlu ditinjau kembali.

“Kami telah mengirim surat kepada Menteri Dalam Negeri untuk meminta meninjau kembali syarat tersebut. Bahwa kami seluruh karyawan Garuda Indonesia sangat mendukung segala upaya pemberantasan Virus Corona. Adapun upaya yang kami lakukan di Internal Garuda Indonesia antara lain melakukan vaksinasi terhadap seluruh karyawan Garuda Indonesia,” melalui keterangan tertulis yang ditandatangani Koordinator Serikat Bersama, Tommy Tampaty, yang diterima MNc Portal, Rabu (4/8/2021).

Menurutnya calon penumpang telah melaksanakan protokol kesehatan yang ketat seperti 5M dan juga melaksanakan WFH untuk pegawai non-Crew dan aktif memberikan edukasi kepada para penumpang terkait dengan protokol kesehatan Covid.

“Perlu kami sampaikan bahwa di dalam pesawat Garuda Indonesia terdapat sistem penyaringan udara yaitu High Efficiency Particulate Air (HEPA Filter) selama penumpang berada di dalam pesawat dan juga kami rutin melakukan penyemprotan disinfektan di pesawat,” urainya.

Pihaknya menyikapi ketentuan khususnya yang mewajibkan penumpang pesawat udara untuk menunjukkan PCR H-2, sementara moda transportasi selain pesawat udara hanya diperbolehkan menunjukan Antigen (H-1).
 
“Apa pertimbangan pemerintah mewajibkan pengguna moda transportasi Pesawat Udara harus menunjukkan hasil PCR H-2 sementara pengguna transportasi selain Pesawat Udara cukup memperlihatkan hasil Antigen H-1,” ujarnya.

Tak hanya itu dirinya menyampaikan tingginya harga swab PCR sangat memberatkan pengguna transportasi udara dimana terkadang harga Swab PCR lebih tinggi dari harga tiket yang menyebabkan menurunnyq penumpang secara drastis.

“Bahwa perlakuan ini terkesan ada diskriminasi, padahal sesungguhnya pengguna transportasi Pesawat Udara memiliki waktu tempuh yang jauh lebih singkat dan penumpang lebih nyaman karena kami telah menerapkan PROKES dan HEPA Filter yang kami jelaskan di atas,” ungkapnya.

Kedepan pihaknya berharap, jika pemerintah akan membuat kebijakan terkait beberapa kebijakan khususnya transportasi udara mohon kiranya dapat melibatkan Para Pakar Penerbangan Nasional Indonesia. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD