Dia menerangkan, industri otomotif nasional saat ini sedang mengalami penurunan pesanan yang berdampak pada pengurangan jam kerja bahkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dalam kondisi seperti itu, pesanan dalam jumlah besar seharusnya menjadi stimulus bagi industri dalam negeri.
Ristadi juga menepis anggapan industri otomotif nasional tidak mampu memproduksi kendaraan sesuai kebutuhan. Mengacu pada pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, dia menyebut kapasitas produksi kendaraan nasional bisa mencapai sekitar 1 juta unit per tahun.
"Artinya bahwa industri otomotif dalam Negeri mampu memproduksinya. Lalu di mana rasa nasionalisme Dirut PT Agrinas untuk membangun kemandirian ekonomi kerakyatan dan penciptaan lapangan kerja sekaligus pencegahan PHK," ujar Ristadi.
Selain itu, dia mempertanyakan alasan penggunaan pick up 4x4 untuk seluruh wilayah pedesaan. Menurutnya, selama ini mayoritas hasil pertanian diangkut menggunakan pick up 4x2 produksi dalam negeri dan berjalan dengan baik.