IDXChannel - Sektor barang konsumsi cepat saji (FMCG) di Indonesia dinilai masih prospektif seiring meningkatnya aliran dana ke masyarakat lapisan bawah (grassroots), terutama di wilayah kota kecil dan pedesaan.
Analis Nomura Heng Siong Kong menyebutkan, dikutip Dow Jones Newswires, Rabu (15/4/2026), dorongan tersebut berasal dari tiga program pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan program pertanian.
Sekitar 90 persen alokasi anggaran dari program tersebut mengalir ke daerah pedesaan dan kota kecil.
Kondisi ini diperkirakan akan mendorong permintaan produk FMCG, sehingga sektor ini menjadi salah satu penerima manfaat utama dari peningkatan daya beli masyarakat.
Selain itu, potensi kenaikan inflasi akibat konflik di Timur Tengah dinilai dapat diredam oleh stimulus dari program-program tersebut, sehingga konsumsi domestik tetap terjaga.