Keadaan tersebut menghasilkan keuntungan besar bagi Aramco, yang mengalihkan sebagian besar ekspor dari Selat Hormuz ke Laut Merah.
Namun, Aramco kini menghadapi risiko baru karena kelompok Houthi asal Yaman mengancam akan menyerang kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah.
Aramco juga diuntungkan dari lonjakan harga produk minyak seperti solar dan bahan bakar jet, yang seringkali melampaui kenaikan harga minyak mentah. Bahkan ketika harga Brent turun kembali di bawah USD75 per barel setelah kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, harga produk turunannya tetap tinggi. (Wahyu Dwi Anggoro)