AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Lawan Konglomerat Surabaya, Antam (ANTM) Lolos dari Ganti Rugi 1,1 Ton Emas

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Selasa, 28 September 2021 12:36 WIB
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) lolos dari hukuman ganti rugi 1,1 ton emas terhadap konglomerat Budi Said.
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) lolos dari hukuman ganti rugi 1,1 ton emas terhadap konglomerat Budi Said. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) lolos dari hukuman ganti rugi 1,1 ton emas terhadap konglomerat Budi Said. Di mana, Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya telah mengabulkan permohonan perusahaan BUMN produsen emas dan nikel itu melawan konglomerat Surabaya tersebut.

Sebelumnya, Budi Said menggugat Antam senilai 1,1 ton emas atau sekitar Rp847 miliar. Pengadilan Negeri Surabaya pun mengabulkan gugatan tersebut.

Pihak PT Aneka Tambang Tbk tidak tinggal diam. BUMN tambang itu pun mengajukan banding terhadap putusan yang pengadilan yang memenangkan Budi Said.

Kronologi kasus berawal saat Budi Said membeli ribuan kilogram emas melalui Eksi Anggraeni selaku marketing dari Antam cabang Surabaya senilai Rp3,5 triliun. Diketahui, dari 7.071 kilogram yang disepakati antara saksi Budi Said dengan Eksi Anggraeni, emas batangan yang diterima hanya sebanyak 5.935 kilogram.

Sedangkan, selisihnya 1.136 kilogram emas Antam tidak pernah diterima Budi. Padahal menurut pengakuan konglomerat Surabaya tersebut, uang telah diserahkan ke PT Aneka Tambang Tbk.

Budi Said merasa ditipu karena pengiriman emas tidak berlanjut. Kemudian, dia mengirim surat ke PT Antam Cabang Surabaya. Namun, surat yang dikirimkan tidak pernah dibalas.

Lalu, Budi Said memutuskan mengirim surat ke Antam Pusat di Jakarta. Namun, Antam pusat menyatakan tidak pernah menjual emas dengan harga diskon. Setelah menempuh jalur hukum dengan waktu yang panjang, Budi Said memenangkan gugatan di PN Surabaya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD