AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

Lobster RI, Dibeli Murah Singapura Dijual Mahal ke Vietnam

ECONOMICS
Taufik Fajar/Okezone
Rabu, 10 Februari 2021 06:45 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tidak ingin lagi lobster Indonesia dijual murah ke negara lain seperti Singapura.
Lobster RI, Dibeli Murah Singapura Dijual Mahal ke Vietnam (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tidak ingin lagi lobster Indonesia dijual murah ke negara lain seperti Singapura. Indonesia mempunyai potensi besar membudidaya benih lobster hingga besar dan siap dikonsumsi.

"Apabila ketekunan, metode, kita sudah bisa menguasai, saya yakin budidaya lobster ini akan menjadi produk unggulan Indonesia. Jadi jangan lagi yang menikmati lobster itu adalah Singapura dan Vietnam. Dan selama ini kita itu sudah dininabobokan, diambilin terus sama Singapura, lalu dikirim ke Vietnam," ujar dia dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (9/2/2021).

Kemudian, kata dia, selama ini Indonesia hanya memperoleh nilai kecil dari ekspor benih lobster. Padahal, ketika sudah dibudidaya nilai yang bisa diperoleh  jauh lebih besar.

"Mereka menikmati begitu besar, hanya melepas uang Rp23.000/ekor sebagai basic price lobster pasir, serta yang mutiara Rp 70.000/ekor. Maka itu apabila kita jalankan seperti itu, kemudian selisihnya itu kalau dia tahan sampai 1 tahun bisa 1 Kg bisa Rp 1 juta lebih," ungkap dia.

Dia menjelaskan apabila budidaya benih lobster sudah bisa dilakukan, maka hasil laut lainnya pun bisa masuk dalam mata rantai budidaya tersebut. Dan pada akhirnya membuahkan pemasukan bagi para pembudidaya.

"Coba bayangkan kalau 1 tahun itu, dihitung cost-nya, mulai dari mata rantai kepiting sampai budidaya kerang hijau sebagai makanannya lobster, itu juga mata rantainya banyak, ini juga kerja semua. Maka apabila dihitung itu cost-nya menurut saya paling hanya 30% dari selling price produk yang sudah jadi. Tahanlah sedikit. Yakin saya nanti akan ada pengusaha-pengusaha lobster sukses di Indonesia," jelasnya.

Pihaknya juga dalam 3 tahun ke depan ini akan fokus menciptakan pembudidaya lobster yang sukses di Indonesia.

"Satu obsesi saya dalam 3 tahun 10 bulan sampai 2024 harus terlahir itu, entah 3 atau 4 pengusaha hebat itu akan saya bimbing," tandas dia. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD