"Dan sekaligus saya ikutkan cocoa. Cocoa itu dia butuh 800 juta bibit, kita hanya punya 2 juta bibit. Nah jadi itu bisa di program genomic di sini,” sambung Luhut.
Luhut turut pula mengungkapkan, dalam tinjauannya, dia semakin optimis teknologi genomic akan mempercepat produksi komoditas pertanian di awal tahun mendatang.
“Saya betul betul senang sekali karena kita sudah bisa mulai, dengan nanti sequence waktunya bisa selesai mungkin Januari, dengan landscape nya Februari. Jadi nanti mungkin Presiden terpilih bisa meresmikan tempat ini pada bulan Maret, dan di situ juga ada hasil genomicnya yang bisa dilaporkan ke presiden terpilih,” jelas Luhut. (WHY)