AALI
9300
ABBA
535
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1265
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2780
ADHI
920
ADMF
7675
ADMG
212
ADRO
1740
AGAR
370
AGII
1475
AGRO
2350
AGRO-R
0
AGRS
200
AHAP
69
AIMS
312
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4070
AKSI
434
ALDO
755
ALKA
228
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
457.34
-0.19%
-0.86
IHSG
6113.11
-0.15%
-9.38
LQ45
859.88
-0.17%
-1.43
HSI
24500.39
1.21%
+291.61
N225
30183.96
-0.19%
-56.10
NYSE
16599.80
0.37%
+60.65
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
797,200 / gram

Mendag Sampaikan Kabar Gembira, Salah Satunya Rekor Baru Ekspor RI

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Minggu, 18 Juli 2021 17:08 WIB
Mendag Muhammad Lutfi mengungkapkan sejumlah kabar gembira, salah satunya kinerja ekspor Indonesia yang menembus rekor baru.
Mendag Sampaikan Kabar Gembira, Salah Satunya Rekor Baru Ekspor RI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan sejumlah kabar gembira, salah satunya kinerja ekspor Indonesia yang menembus rekor baru di tengah pandemi covid-19.

Dalam pengumumannya, Mendag Lutfi mengungkapkan, neraca perdagangan periode Juni 2021 mencatatkan surplus sebesar USD 1,32 miliar. Surplus ini menunjukkan tren surplus neraca perdagangan bulanan terus berlanjut sejak Mei 2020. 

Kabar gembira lainnya, kinerja ekspor periode Juni 2021 berhasil mencatatkan rekor baru sejak Agustus 2011 dengan mencatatkan angka sebesar USD18,55 miliar.

"Pada periode Juni 2021, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus dengan nilai USD1,32 miliar. Hal yang membanggakan kita semua, dari sisi ekspor, nilai total ekspor Indonesia mencapai USD18,55 miliar dan menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2011," ujar Lutfi dalam siaran pers, Minggu (18/7/2021).

Menurut Mendag, surplus neraca perdagangan bulan Juni 2021 ditopang oleh surplus neraca nonmigas sebesar USD2,38 miliar dan terkontraksi defisit neraca migas sebesar USD1,07 miliar. Indonesia mencatatkan surplus dengan beberapa negara mitra dagang utama pada Juni 2021. Surplus nonmigas terbesar berasal dari Amerika Serikat (AS) yang mencatatkan nilai surplus USD1,24 miliar, Filipina USD0,65 miliar, dan Belanda USD0,32 miliar.

Sementara itu, neraca perdagangan kumulatif Januari–Juni 2021 tercatat surplus USD11,86 miliar. Nilai tersebut diperoleh dari surplus perdagangan pada sektor nonmigas sebesar USD17,57 miliar pada Januari–Juni yang mampu menutupi defisit perdagangan migas yang mencapai USD5,70 miliar. 

Bahkan, neraca perdagangan kumulatif periode Januari–Juni 2021 jauh melampaui surplus perdagangan periode Januari–Juni 2020 yang tercatat senilai USD5,43 miliar.

Dari sisi ekspornya, nilai total ekspor Indonesia pada Juni 2021 tercatat sebesar USD18,55 miliar, naik 9,52 persen (MoM) dan secara tahunan naik sebesar 54,46 persen (YoY). Capaian ini melampaui kinerja ekspor April 2021 yang mencapai USD18,49 miliar.

Peningkatan kinerja ekspor pada Juni 2021 ini didorong oleh peningkatan ekspor sektor migas sebesar 27,23 persen (MoM) dan peningkatan ekspor nonmigas sebesar 8,45 persen (MoM).

Pada Juni 2021, kenaikan ekspor terjadi di seluruh sektor. Selain peningkatan ekspor di sektor migas, sektor pertanian juga tercatat naik 33,04 persen MoM, industri pengolahan naik 7,34 persen MoM, dan sektor pertambangan naik 11,75 persen MoM. Meroketnya ekspor sektor pertanian terutama disebabkan oleh membaiknya harga komoditas ekspor pertanian dan pulihnya permintaan dunia.

"Kinerja yang sangat baik pada seluruh sektor di masa pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini harus dipertahankan dengan menjaga status penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia tetap terkendali," Mendag Lutfi. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD