sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menkop Buka Suara Soal Koperasi Merah Putih Melawai Hanya Untung Rp78 Ribu dalam Enam Bulan

Economics editor Tangguh Yudha
15/07/2026 17:30 WIB
Menkop buka suara terkait Koperasi Merah Putih di Melawai, Jaksel yang menjadi sorotan lantaran hanya mencatat keuntungan sekitar Rp78 ribu dalam enam bulan.
Menkop Buka Suara Soal Koperasi Merah Putih Melawai Hanya Untung Rp78 Ribu dalam Enam Bulan. (Foto: iNews Media Group)
Menkop Buka Suara Soal Koperasi Merah Putih Melawai Hanya Untung Rp78 Ribu dalam Enam Bulan. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, buka suara terkait Koperasi Merah Putih di Melawai, Jakarta Selatan yang menjadi sorotan lantaran hanya mencatat keuntungan sekitar Rp78 ribu dalam enam bulan.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (15/7/2026), Ferry menjelaskan bahwa Koperasi Melawai memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sehingga tidak bisa disamakan dari sisi model bisnis maupun kelayakan usahanya.

"Itu memang Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai yang itu didirikan secara mandiri oleh pengurus, dan memang kami belum masuk ke kelurahan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta," katanya.

Ia menjelaskan koperasi yang berada di wilayah perkotaan membutuhkan pendekatan bisnis yang berbeda dengan koperasi di pedesaan.

"Karena itu tentu akan berkaitan dengan model bisnis dan feasibility study yang sangat bisa jadi berbeda sama sekali dengan model bisnis dan feasibility study yang ada di koperasi-koperasi yang berkarakter desa dan kelurahan yang di tidak di kota besar gitu, sehingga memang ada perbedaan," lanjutnya.

Menkop menyebut, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berencana menyusun prototipe khusus bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih di kota-kota besar agar lebih sesuai dengan kondisi dan potensi ekonomi perkotaan.

"Tapi dalam waktu dekat kami akan apa membangun prototype yang khusus untuk di kelurahan di kota-kota besar dengan model bisnis dan feasibility study yang berbeda," ujar Ferry.

Menurutnya, pemerintah masih memprioritaskan pembangunan kelembagaan dan infrastruktur koperasi di wilayah pedesaan.

"Tapi kami memang kemarin prioritas pertamanya adalah membangun badan hukum dan bangunan fisik gudang gerai kelengkapannya di desa-desa dengan prototype luas tanah yang memang apa kita tentukan," tuturnya.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement