sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menkop Siapkan Skema Koperasi Kelola Kebun Sawit hingga Bangun Pabrik CPO

Economics editor Tangguh Yudha
14/07/2026 13:36 WIB
Menkop menyiapkan skema pengelolaan kebun sawit berbasis koperasi, mulai dari pengelolaan kebun plasma hingga kepemilikan pabrik CPO.
Menkop Siapkan Skema Koperasi Kelola Kebun Sawit hingga Bangun Pabrik CPO. (Foto: iNews Media Group)
Menkop Siapkan Skema Koperasi Kelola Kebun Sawit hingga Bangun Pabrik CPO. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Kementerian Koperasi menyiapkan skema pengelolaan kebun sawit berbasis koperasi, mulai dari pengelolaan kebun plasma hingga kepemilikan pabrik kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO). 

Hal itu disampaikan Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (15/7/2026).

Menkop Ferry menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara dalam pengelolaan lahan hasil Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Ia juga mengatakan Kementerian Koperasi (Kemenkop) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Agrinas Pangan Nusantara agar kebun-kebun sawit yang dilimpahkan dari Satgas PKH dapat dikelola menggunakan skema koperasi.

"Sehingga dalam waktu dekat juga tanggal 12, kami meresmikan, insyaallah, pabrik CPO di Kabupaten Musi, Banyuasin, Sumatera Selatan dengan luas lahan 3.100 hektare dengan mesin kapasitas 60 ton per jam," kata Ferry.

Menurutnya, proyek tersebut akan menjadi model percontohan yang nantinya direplikasi di daerah lain yang memiliki potensi perkebunan sawit, termasuk Provinsi Riau. Ferry menyebut, pemerintah ingin mendorong koperasi tidak hanya berperan sebagai pengelola kebun sawit, tetapi juga menjadi pemilik pabrik.

"Itu menjadi contoh supaya nanti bisa direplikasi di daerah-daerah lain termasuk dengan di Riau yang memiliki potensi kebun sawit. Jadi kami memang sudah memikirkan tentang bagaimana pengelolaan kebun sawit ini juga bisa dikelola melalui skema koperasi. Sehingga kami pun juga koperasi akan masuk ke pabrik CPO-nya," jelasnya.

Lebih jauh, Ferry mengungkapkan, kebijakan tersebut juga didorong oleh banyaknya keluhan koperasi petani sawit yang kesulitan memperoleh pasokan minyak goreng.

"Kami akhirnya memutuskan untuk selain memiliki kebun sawitnya, koperasi petani sawit kita dorong juga untuk bisa masuk ke kepemilikan pabrik CPO yang didirikan oleh koperasi tersebut," tandasnya.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement