IDXChannel - Harga tembaga melemah pada Rabu (15/7/2026), di tengah sikap hati-hati investor yang menimbang lemahnya kondisi makroekonomi China dengan meredanya inflasi Amerika Serikat (AS).
Kontrak tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,49 persen menjadi USD13.576,5 per metrik ton pada pukul 14.00 WIB.
Sementara itu, kontrak tembaga yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange (SHFE) memangkas kenaikan sebelumnya dan naik tipis 0,12 persen ke level 104.220 yuan.
Data resmi menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) China melambat ke level terendah dalam tiga setengah tahun dan berada di bawah ekspektasi pasar akibat lemahnya permintaan domestik.
Meski demikian, minat beli tembaga di China masih terbilang kuat. Hal itu tercermin dari premi tembaga Yangshan yang mencapai USD90 per ton pada Selasa, level tertinggi sejak Mei 2025.