Ancaman itu muncul setelah Iran menutup Selat Hormuz dan AS kembali memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak.
Untuk aluminium, kenaikan di LME menyusut menjadi hanya 0,05 persen, sedangkan kontrak di SHFE turun 0,13 persen.
Gangguan pasokan dari Timur Tengah, yang menyumbang sekitar 9 persen kapasitas peleburan aluminium global, serta menipisnya persediaan masih menopang harga.
Para konsumen juga mulai mencari sumber pasokan alternatif dan meningkatkan pembelian dari China, yang mencatat rekor ekspor aluminium tak tempa dan produk turunannya pada Juni.
Di antara logam lainnya di LME, harga seng turun tipis 0,03 persen, timbal melemah 0,48 persen, nikel turun 0,48 persen, dan timah merosot 1,43 persen.