sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menkop Tegaskan Pikap India yang Terlanjur Diimpor Tetap Dipakai untuk Kopdes Merah Putih

Economics editor Nur Ichsan Yuniarto
31/03/2026 07:40 WIB
Kopdes Merah Putih yang menerima pikap itu merupakan koperasi yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai dan alat kelengkapannya.
Menkop Tegaskan Pikap India yang Terlanjur Diimpor Tetap Dipakai untuk Kopdes Merah Putih
Menkop Tegaskan Pikap India yang Terlanjur Diimpor Tetap Dipakai untuk Kopdes Merah Putih

IDXChannel - Mobil pikap yang telah telanjur diimpor dari India, tetap disalurkan dan dipakai untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

"Kemarin karena telanjur (impor), jumlahnya masih ribuan, kita akan penuhi untuk operasional di koperasi desa," kata Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Selasa (31/3/2026).

Dia menambahkan, Kopdes Merah Putih yang menerima pikap itu merupakan koperasi yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai dan alat kelengkapannya.

Per koperasi, kata dia, nantinya akan mendapatkan satu unit truk dan satu pikap, serta sepeda motor.

"Ini untuk mempermudah dan memperlancar arus mobilitas barang dari desa ke luar maupun dari luar ke desa," katanya.

"Ribuan truk dan pikap sudah didistribusikan di Kopdes Desa Merah Putih, ada sekitar 2.400 koperasi," lanjutnya.

Meski mendistribusikan kendaraan operasional impor, Ferry mengakui memang seharusnya tetap memprioritaskan industri otomotif dari dalam negeri atau yang telah berinvestasi di Indonesia.

"Tapi sekiranya kurang kita tentu diperbolehkan untuk mengambil dari negara manapun," katanya.

Meski demikian, Ferry mengatakan telah ada pembicaraan antara dirinya dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, pihak Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), guna memenuhi sisa kebutuhan Koperasi Merah Putih yang diproyeksikan berdiri sebanyak lebih dari 80 ribu unit.

Untuk diketahui, Agrinas Pangan mengimpor mobil truk dan pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.

Impor ini terdiri dari 35.000 unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra Ltd, serta 70.000 unit dari Tata Motors yang mencakup 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam. Total nilai impornya mencapai Rp24,66 triliun.

Namun langkah impor truk dan pikap dari India ini disorot berbagai pihak. Pengadaan 105.000 unit pikap dan truk oleh BUMN Pangan tersebut, dianggap bisa berdampak kurang baik pada industri kendaraan di dalam negeri.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement