Berdasarkan data BPS, Agus mengungkapkan sektor tekstil dan pakaian jadi hari ini menghidupi lebih dari 3,8 juta tenaga kerja, menjadi salah satu penyerap lapangan kerja terbesar di negeri ini. Dan di paruh pertama tahun ini, ekspornya menembus USD4,85 miliar.
Sementara itu, sektor kulit dan alas kaki bergerak lebih cepat dengan tumbuh 5,28 persen. Dari segi kepercayaan investor asing hampir dua kali lipat, dari Rp13,5 triliun pada 2024 menjadi Rp24 triliun pada 2025.
Selain itu, sektor kulit dan alas kaki juga membukukan surplus perdagangan sebesar USD2,89 miliar, yang menunjukkan nilai ekspor jauh lebih besar dibandingkan impor.
"Dan yang paling membanggakan, sektor ini mencatat surplus perdagangan USD2,89 miliar, kita mengekspor jauh lebih banyak daripada yang kita impor," katanya.
Sekadar informasi, Krista Exhibitions Group menggelar pameran Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT). Ajang ini diikuti oleh 210 peserta, termasuk 50 UMKM lokal, serta perusahaan dan pelaku industri dari 14 negara, yaitu Indonesia, China, Italia, Uni Emirat Arab, Pakistan, Spanyol, India, Bangladesh, Jerman, Taiwan, Hong Kong, Vietnam, Singapura, dan Korea Selatan.