"Artinya, dengan jumlah penduduk yang hampir mendekati 290 juta, kenaikan satu poin rasio kepemilikan mobil setara dengan tambahan sekitar 280.000 unit kendaraan, hampir sepertiga dari seluruh pasar domestik kita saat ini," ujarnya.
Agus menegaskan target penjualan 850.000 unit pada 2026 bukan menjadi batas atas pertumbuhan industri otomotif nasional. Menurut dia, angka tersebut justru menjadi titik awal untuk mendorong pertumbuhan pasar yang lebih besar.
"Target 850.000 unit seharusnya bukan menjadi batas atas. Angka tersebut merupakan titik awal karena pasar otomotif Indonesia masih jauh dari titik jenuh. Bahkan, kita harus berani mengatakan pasar otomotif kita justru baru dimulai," kata Agus.
(Rahmat Fiansyah)