sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mentan Targetkan Swasembada Gula dalam Dua Tahun, Ini Strateginya

Economics editor Tangguh Yudha
23/07/2026 13:12 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman, menargetkan Indonesia mencapai swasembada gula paling lambat dalam dua tahun.
Mentan Targetkan Swasembada Gula dalam Dua Tahun, Ini Strateginya. Foto: iNews Media Group.
Mentan Targetkan Swasembada Gula dalam Dua Tahun, Ini Strateginya. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menargetkan Indonesia mencapai swasembada gula paling lambat dalam dua tahun dengan target produksi gula nasional menembus 3 juta ton pada 2029. Hal ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto

“Perintah Bapak Presiden jelas, swasembada gula putih paling lambat dua tahun. Karena itu tanaman ratoon yang sudah berumur 7 tahun, 12 tahun, bahkan 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Anggarannya sudah kami siapkan,” kata Amran dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

Amran menjelaskan, pembongkaran tanaman ratoon yang sudah tidak produktif menjadi langkah strategis untuk meningkatkan hasil panen tebu nasional. 

Dia menyebut, pemerintah akan menanggung biaya peremajaan tersebut sehingga petani tidak terbebani dalam mengganti tanaman yang telah melewati usia produktif.

Selain itu, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 triliun untuk mendukung sektor perkebunan, termasuk penyediaan bibit unggul gratis, pengolahan lahan, hingga berbagai program peningkatan produktivitas.

“Mudah-mudahan tahun depan kita juga bisa menambah bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor untuk petani plasma agar produktivitas semakin meningkat,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, Kementan bersama Sinergi Gula Nusantara (SGN) menyiapkan sejumlah program percepatan, antara lain pembongkaran ratoon pada sekitar 298 ribu hektare lahan tebu, pembangunan sistem irigasi pompa, modernisasi alat dan mesin pertanian, penyediaan pupuk, revitalisasi pabrik gula melalui elektrifikasi, penataan varietas dan pola tanam, serta penerapan teknologi peningkat rendemen.

Selain peningkatan produksi di tingkat kebun, tata kelola industri gula juga akan diperkuat dari hulu hingga hilir. Di antaranya melalui penguatan regulasi kemitraan antara petani dan pabrik gula, implementasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Gula, serta optimalisasi pemanfaatan tetes tebu sebagai bahan baku bioetanol untuk mendukung program transisi energi nasional.

Amran mengatakan Indonesia masih memiliki potensi pengembangan lahan tebu yang sangat besar di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi hingga Maluku. Potensi tersebut akan dioptimalkan untuk memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan kapasitas produksi gula nasional.

Dia juga mengapresiasi transformasi yang dilakukan SGN sehingga mampu membalikkan kinerja perusahaan secara signifikan.

“Tahun lalu masih mengalami kerugian sekitar Rp600 miliar, tahun ini insyaallah sudah berbalik menjadi untung sekitar Rp600 miliar. Ini lompatan yang sangat baik, tetapi saya minta tahun depan harus lebih tinggi lagi. Targetnya minimal mencapai keuntungan Rp750 miliar,” ujarnya.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement