sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mentan Tegaskan Stok Pangan Indonesia Kuat saat 33 Negara Siapkan Pangan Darurat

Economics editor Nur Ichsan Yuniarto
03/11/2026 13:56 WIB
Indonesia memiliki kekuatan produksi pangan dalam negeri dan cadangan beras yang kuat.
Mentan Tegaskan Stok Pangan Indonesia Kuat saat 33 Negara Siapkan Pangan Darurat
Mentan Tegaskan Stok Pangan Indonesia Kuat saat 33 Negara Siapkan Pangan Darurat

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan posisi stok dan cadangan pangan Indonesia tetap kuat dan memadai saat 33 negara di dunia menyiapkan pangan darurat.

"Ketika sedikitnya 33 negara mulai mendorong masyarakatnya menyiapkan persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan kebutuhan dasar untuk menghadapi situasi darurat,"kata Amaran, Selasa (3/11/2026).

"Indonesia memiliki kekuatan produksi pangan dalam negeri dan cadangan beras yang kuat," lanjutnya.

Amran menambahkan, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan memicu krisis pangan global, Indonesia patut bersyukur karena kondisi pangan nasional relatif aman.

Kondisi tersebut merupakan hasil kerja keras petani, dukungan pemerintah, serta kebijakan strategis dalam memperkuat produksi dan mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Menurut dia, kemampuan negara memenuhi kebutuhan pangan sendiri menjadi sangat penting di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

“Kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan, dan gangguan rantai pasok, kondisi pangan Indonesia relatif aman," kata dia.

"Indonesia mempunyai produksi dalam negeri, punya cadangan, dan terus memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Ini yang harus kita jaga,” tegasnya.

Sejumlah negara merekomendasikan stok kebutuhan rumah tangga untuk minimal 72 jam sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan gangguan.

Inggris dan Jepang termasuk negara yang memperkuat imbauan tersebut. Pemerintah Inggris mendorong setiap rumah tangga memiliki persediaan makanan dan air minum untuk kebutuhan minimal tiga hari.

Jepang juga mengimbau masyarakat memperkuat kesiapsiagaan dengan menyimpan persediaan kebutuhan pokok setidaknya untuk tiga hari, bahkan hingga satu minggu jika memungkinkan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari antisipasi terhadap berbagai risiko, mulai dari konflik geopolitik, bencana alam, cuaca ekstrem, serangan siber yang dapat mengganggu infrastruktur, hingga terhambatnya rantai pasok dan distribusi kebutuhan pokok.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement