Namun, Rahma menilai ketegangan antara legislatif dan otoritas moneter tersebut sejatinya kurang adil bagi BI, mengingat gejolak yang terjadi didominasi oleh external shock serta ketidakselarasan dari kebijakan fiskal pemerintah sendiri.
“Padahal sejatinya kerja keras Bank Indonesia selaku Bank Sentral sudah maksimal dan all-out, karena memang dinamika eksternal shock yang tidak dapat kita hindari, serta tidak didukung oleh kebijakan otoritas fiskal yang linier dengan goal target Bank Indonesia,” tegas Rahma.
(Febrina Ratna Iskana)