Di sisi lain, kebijakan BI juga mendapat sorotan karena dinilai belum mampu meredam gejolak nilai tukar secara optimal.
Meski demikian, ia menilai kerja Bank Indonesia selama ini sudah maksimal dalam menghadapi tekanan eksternal. Menurutnya, upaya stabilisasi moneter semestinya diimbangi kebijakan fiskal yang selaras.
“Sejatinya kerja keras Bank Indonesia sudah maksimal karena menghadapi external shock yang tidak bisa dihindari. Namun, tidak didukung kebijakan fiskal yang linier dengan target Bank Indonesia,” ujarnya.
Rahma mengatakan, penunjukan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas gubernur menjadi langkah penting untuk menjaga kesinambungan kebijakan. Kehadiran figur internal diharapkan mampu meredam gejolak dan memberikan sinyal stabilitas kepada investor.
Namun, ia mengingatkan langkah tersebut belum tentu langsung mengembalikan kepercayaan pasar. Investor, kata dia, masih akan mencermati efektivitas kebijakan lanjutan BI dalam menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi.