IDXChannel — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia berpotensi menghemat anggaran subsidi hingga puluhan triliun rupiah per tahun melalui penerapan kebijakan biodiesel 50 persen (B50) yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026.
B50 merupakan campuran 50 persen bahan bakar nabati (sawit/CPO) dengan 50 persen solar. Kebijakan ini diproyeksikan mampu menghemat subsidi hingga Rp48 triliun serta menekan impor BBM hingga 4 juta kiloliter per tahun.
Saat ini, pemerintah tengah mencari solusi pengganti bahan bakar fosil yang lebih ramah lingkungan.
Selain menghemat anggaran subsidi, mandatori B50 juga bertujuan mendukung keberlanjutan serta meningkatkan ketahanan energi nasional terhadap gejolak harga energi global.