AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Negara Donor Bakal Setop Bantuan, WHO: Ratusan Pusat Medis di Afghanistan Terancam Tutup 

ECONOMICS
Indah/IDX Channel
Rabu, 08 September 2021 08:25 WIB
Akibat negara donor bakal setop bantuan, ratusan fasilitas medis di Afghanistan terancam ditutup.
Negara Donor Bakal Setop Bantuan, WHO: Ratusan Pusat Medis di Afghanistan Terancam Tutup  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Ratusan fasilitas medis di Afghanistan terancam ditutup karena negara donor yang membiayainya dilarang berurusan dengan pemerintah penguasa baru. Negara-negara donor tersebut berasal dari Barat.

Direktur Darurat Regional WHO, Rick Brennan, mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara, sekitar 90 persen dari 2.300 fasilitas kesehatan di seluruh negara tersebut kemungkinan harus ditutup segera pada minggu ini.
Dia mengatakan mungkin negara-negara donor Barat memiliki peraturan yang mencegah mereka berurusan dengan Taliban, tanpa merinci lebih lanjut.

"Kami akan menghentikan sementara operasi di sebagian besar (fasilitas kesehatan). Diperkirakan, hingga 90 persen akan berhenti berfungsi, mungkin dalam minggu ini. Dan itu akan dikaitkan dengan peningkatan penyakit dan kematian," terangnya seperti dikutip dari Okezone yang melansir VOA.

Ia mengatakan WHO berusaha mengisi kesenjangan tersebut dengan menyediakan pasokan, peralatan, dan pembiayaan ke 500 pusat kesehatan.

Brennan menambahkan badan itu juga bekerja sama dengan Qatar untuk pengiriman peralatan medis dengan menggunakan pesawat.

"Kami berharap sampai dua atau tiga muatan pesawat diterbangkan dari pemerintah Qatar, mungkin ke Kabul dalam minggu depan atau lebih," lanjutnya. 

Pengiriman berikutnya akan mencakup tes Covid dan persediaan obat untuk penyakit kronis. Bersama dengan lembaga bantuan lainnya, WHO kesulitan untuk membawa pasokan medis, termasuk peralatan trauma, menyusul adanya kekacauan di Bandara Kabul.

Brennan mengatakan pasokan medis terus diterbangkan melalui kota utara Mazar-i-Sharif dan WHO juga menjajaki opsi pengiriman via darat melalui truk dari Pakistan.

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD