IDXChannel - Nilai ekonomi hijau global mencapai USD10 triliun atau sekitar Rp170 ribu triliun dalam bentuk kapitalisasi pasar pada 2025.
Dilansir dari The Economic Times pada Sabtu (20/6/2026), itu merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Angka tersebut berdasarkan laporan dari London Stock Exchange Group Plc (LSEG) yang dirilis pekan ini, yang berjudul Investing in the Green Economy 2026: Resilience and Reacceleration.
LSEG mendefinisikan ekonomi hijau sebagai proporsi pendapatan perusahaan yang dihasilkan dari bisnis ramah lingkungan, mulai dari energi terbarukan hingga aktivitas daur ulang.
Dalam laporannya, LSEG menilai 133 jenis produk dan layanan hijau dari sekitar 21.000 perusahaan di seluruh dunia.
LSEG mengungkapkan bahwa, tahun lalu, pendapatan perusahaan dari ekonomi hijau tumbuh dengan laju tercepat sejak 2022, meningkat 5,3 persen menjadi USD5,5 triliun.
Indeks Transisi Energi Bersih Global S&P telah melonjak lebih dari 80 persen sejak akhir 2024, lebih dari dua kali lipat peningkatan S&P 500. (Wahyu Dwi Anggoro)