AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Omicron di Indonesia Tembus 882 Kasus, Paling Banyak dari Arab Saudi

ECONOMICS
Binti Mufarida
Kamis, 20 Januari 2022 11:35 WIB
882 kasus ini terdiri dari 710 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), 161 transmisi lokal, dan 11 masih dalam penyelidikan epidemiologi
Omicron di Indonesia Tembus 882 Kasus, Paling Banyak dari Arab Saudi (FOTO:MNC Media)
Omicron di Indonesia Tembus 882 Kasus, Paling Banyak dari Arab Saudi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Saat ini kasus varian Omicron di Tanah Air sebanyak 882 orang. Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 710 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), 161 kasus transmisi lokal dan 11 kasus masih dalam penelusuran atau penyelidikan secara epidemiologi. 

“882 kasus ini terdiri dari 710 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), 161 transmisi lokal, dan 11 masih dalam penyelidikan epidemiologi,” ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya, Kamis (20/1/2022). 

Nadia mengatakan jumlah kasus Omicron tersebut paling banyak dari PPLN asal Arab Saudi. “PPLN terbanyak asal negara keberangkatan Arab Saudi 128 kasus, Turki 109 kasus, Amerika Serikat 81 kasus, Malaysia 66 kasus, dan Uni Emirat Arab (UEA) sebanyak 54 kasus,” katanya. 

Sementara itu, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19, Alexander K Ginting mengingatkan transmisi lokal Omicron yang mulai mendominasi. 

“Varian Omicron yang sudah mencapai di atas 850-an ini terjadi perubahan konfigurasi, yang tadinya itu didominasi oleh orang yang melakukan perjalanan luar negeri di atas 95%, sekarang itu terbalik transmisi lokal (terbanyak),” kata Alex. 

Alex juga mengatakan bahwa kasus Omicron saat ini terbanyak ada di DKI Jakarta. “Dan ini yang tertinggi memang ada di DKI. Oleh karena itu DKI harus memang mempunyai atensi khusus,” katanya. 

“Di samping untuk mengendalikan Covid secara nasional melalui instrumen PPKM, terus kita juga harus mempunyai atensi di dalam rangka menanggulangi transmisi lokal dari Omicron itu sendiri. Karena kalau kita lihat konfigurasinya yang tadinya ini adalah imported cases, sekarang ini sudah mulai berubah. Disamping imported cases juga sudah terjadi kenaikan transmisi lokal,” papar Alex.  

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD