AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Pandemi Covid-19 Pacu Pertumbuhan Industri e-Commerce Lebih Cepat

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Kamis, 12 Agustus 2021 12:18 WIB
Naiknya transaksi di 2021 menarik banyak pihak yang sudah memprediksi pertumbuhan positif e-commerce ke depannya.
Pandemi Covid-19 Pacu Pertumbuhan Industri e-Commerce Lebih Cepat. (Foto: MNC Media)
Pandemi Covid-19 Pacu Pertumbuhan Industri e-Commerce Lebih Cepat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memproyeksi nilai transaksi e-commerce tembus Rp395 triliun di tahun 2021. Bahkan sepanjang paruh pertama tahun ini nilai transaksi e-commerce sudah mencapai Rp186 triliun, yang membuat pemerintah terus menggenjot UMKM untuk go e-commerce.

Executive Director Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEa), Arshi Adini, mengatakan, angka peningkatan ini menarik mengingat banyak pihak sudah memprediksi pertumbuhan positif e-commerce ke depannya.

"Menurut kami sangat menarik ya tapi yang terjadi saat ini lebih cepat dari prediksi tersebut karena memang kondisi ini sangat mendorong pertumbuhan biasa dari sisi seller, konsumen dan juga transaksinya," kata Arshi dalam program Market Review IDX Channel, Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Terkait pandemi covid-19 di Indonesia yang belum usai, idEa melihat kesadaran akan kesehatan masyarakat juga mempengaruhi potensi pertumbuhan e-commerce. 

"Jadi masyarakat mulai memahami bahwa kesehatan sekarang sangat penting, membatasi aktivitas dan tatap muka memang mau tak mau dilakukan untuk menghindari penyebaran covid-19, bukan lagi kesehatan pribadi tapi lebih ke keluarga ya sekarang banyak klaster keluarga terjadi, jadi selama kebutuhan mereka masih bisa dipenuhi melalui belanja online, mereka lakukan," jelas Arshi.

Melihat tren positif yang selalu naik, pertumbuhan penjual yang bergabung di e-commerce diharap memenuhi semua kebutuhan konsumen.

"Kita tahu semua produk kebutuhan bisa kita temukan di e-commerce dan bukan hanya produk UMKM juga bahkan retailer juga membuka flagship store di e-commerce, jadi banyak store-store yang sudah shifting ke online juga bahkan mereka juga menaikkan transaksi jadi lebih sangat jauh sekarang," katanya.
 
Dengan demikian, idEa yakin dan optimis akan lebih tinggi lagi kenaikannya melebihi 5 tahun terakhir.

"Pasti, kalo dari data BI kan trennya setiap tahun naik 35%, sudah 5 tahun terakhir kami optimis bahkan mungkin kalau lihat dari sektor digital secara lebih luas, pasti akan lebih tinggi kenaikannya," ujar Arshi. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD