"Maintenance pembangkit sudah kami lakukan jauh-jauh hari sesuai arahan pemerintah. Gardu induk dan jaringan transmisi juga kami siagakan, termasuk posko-posko operasional untuk memastikan sistem kelistrikan tetap andal," kata Darmawan.
Di sisi lain, PLN juga mengantisipasi peningkatan penggunaan kendaraan listrik saat arus mudik Lebaran tahun ini. Darmawan memperkirakan, jumlah pemudik yang menggunakan mobil listrik akan meningkat sekitar 1,6 kali dibandingkan periode mudik 2025.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PLN melakukan optimalisasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur mudik, termasuk mengganti fasilitas slow charging menjadi ultra fast charging serta menambah jumlah unit pengisian daya.
"Jumlah SPKLU di jalur mudik juga kami tingkatkan hingga sekitar 1,8 kali atau hampir dua kali lipat, sehingga masyarakat yang mudik menggunakan mobil listrik bisa melakukan perjalanan dengan lancar sampai tujuan dan kembali ke rumah," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Darmawan juga mengimbau masyarakat yang akan meninggalkan rumah saat mudik agar memastikan peralatan listrik dalam kondisi aman untuk menghindari potensi gangguan maupun risiko kebakaran.