Secara struktur bisnis, harga LNG di sektor hulu memang berbeda dibandingkan sektor hilir. Harga LNG di hulu akan menyesuaikan mekanisme pasar, di mana indeks harga berlaku secara global. Harga bisa sangat fluktuatif seperti yang terjadi saat ini akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah.
Sementara itu penentuan harga di hilir sudah memperhitungkan harga gas di hulu dan berbagai instrumen biaya dari rantai pasok yang ada. Di Indonesia harga gas di hilir meliputi biaya regasifikasi, transportasi, niaga dan pipa. Semua instrumen biaya yang berlaku bagi pelaku usaha di sektor gas bumi tersebut ditetapkan oleh pemerintah.
Guru Besar sekaligus Direktur Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (PPKE FEB UB) Prof. Candra Fajri Ananda mengatakan penyesuaian harga energi terutama LNG yang semakin dibutuhkan merupakan hal yang perlu dilakukan. Di bidang energi, lanjutnya, harga harus bisa menutup biaya produksi.
”Dalam situasi seperti sekarang yang terpenting adalah ketersediaan energi. Bukan harga. Sekarang yang perlu dilakukan pemerintah adalah memastikan bahwa energi tidak akan langka,” ujarnya.
(kunthi fahmar sandy)