Hashim menambahkan soal kemitraan kedua negara telah teruji oleh berbagai krisis sejarah, mulai dari krisis keuangan 1997 hingga tingginya keterikatan rantai pasok industri seperti pergerakan sektor otomotif. Gejolak harga energi global terkini akibat penutupan Selat Hormuz makin mendorong urgensi kolaborasi bilateral untuk menahan guncangan eksternal.
"Kita berbagi nasib yang sama, mulai dari krisis sejarah hingga dampak penutupan Selat Hormuz pada harga energi dan komoditas, sehingga ada dorongan lebih besar bagi kita untuk berkolaborasi membentengi diri dari guncangan eksternal," tutur Hashim.
(NIA DEVIYANA)