AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

PBB Catat 1,2 Miliar Orang di Dunia Terdampak Krisis Pangan hingga Keuangan

ECONOMICS
Michelle Natalia
Minggu, 26 Juni 2022 08:45 WIB
Pandemi Covid-19 hingga perang Rusia-Ukraina telah menunbuhkan sejumlah krisis mulai dari pangan, energi sampai keuangan.
PBB Catat 1,2 Miliar Orang di Dunia Terdampak Krisis Pangan hingga Keuangan. (Foto: MNC Media)
PBB Catat 1,2 Miliar Orang di Dunia Terdampak Krisis Pangan hingga Keuangan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pandemi Covid-19 hingga perang Rusia-Ukraina telah menunbuhkan sejumlah krisis mulai dari pangan, energi sampai keuangan. Hal itu membuat 1,2 miliar orang di seluruh dunia terkenda dampaknya.

"Saat ini krisis global masih mendominasi berita utama di seluruh dunia, yang disebabkan oleh konflik Rusia-Ukraina," ujar Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Amina J. Mohammed dalam Sherpa Global Crisis Response Group (GCRG) on Food, Energy and Finance yang berlangsung secara virtual, dikutip Minggu (26/6/2022).

Sherpa GCRG on Food, Energy and Finance ini diadakan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso bersama dengan Steering Committee Forum GCRG secara virtual pada Jumat (24/6/2022), pukul 22.30-24.00 WIB.

Pertemuan ini dipimpin oleh Amina yang juga sekaligus memimpin Steering Committee GCRG, dan turut dihadiri oleh GCRG Task Team, serta Pimpinan dari 32 UN Agencies sebagai GCRG Steering Committee Members.

Amina menggarisbawahi bahwa sulit untuk menemukan solusi efektif khususnya pada krisis pangan dunia, tanpa paket kebijakan yang terintegrasi. GCRG menyoroti pentingnya untuk membantu negara-negara yang terdampak untuk meningkatkan likuiditas dan ruang fiskal, guna mengamankan Neraca Pembayaran dan membantu membangun program perlindungan sosial yang kokoh untuk masyarakat rentan. 

"Rekomendasi yang kami sampaikan untuk meningkatkan ruang fiskal dan memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, antara lain mendorong Lembaga Keuangan Internasional untuk memberikan pembiayaan, dan memperluas cakupan negara penerima pembiayaan,” tegas Vera Songwe, Executive Secretary UN Economic Commission for Africa, mewakili UNCTAD.

Selanjutnya, Penasihat Pembangunan Berkelanjutan PBB, David Nabarro, dalam paparannya mengusulkan tindakan yang perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan, yaitu meningkatkan ketersediaan bahan pangan dan pupuk, mengintervensi upaya penurunan harga, mengintegrasikan kembali pasokan pangan dan pupuk dari Rusia dan Ukraina ke pasar dunia, mencabut aksi pembatasan ekspor, melarang upaya penimbunan pasokan, meningkatkan akses petani ke benih, pupuk, dan input lainnya sekaligus mempertahankan transformasi sistem pangan yang sejalan dengan tujuan SDGs.

Menurut Haoliang Xu, Asisten Sekjen PBB dan Direktur Biro Kebijakan dan Program UNDP, saat ini PBB telah mengidentifikasi 94 negara atau sekitar 1,2 miliar orang yang mengalami dampak krisis pangan, energi dan keuangan.

PBB sedang mengolah dana sebesar sekitar USD21 Juta untuk pembiayaan ke depan. Hingga saat ini terdapat 70 negara yang telah mengajukan proposal bantuan, 69 negara di antaranya senilai USD17 Juta telah disetujui.

PBB memobilisasi Country Team dengan FAO menjadi Lead dalam proposal dan pendanaan, didukung oleh UNDP, UNICEF dan 22 Lembaga lainnya. “Kami telah mengajukan proposal kepada G20 Finance Minister untuk mendukung IMF terkait program Food Import Financing Facility (FIFF),” ujar Dirjen FAO, Dong You.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD