Ida menceritakan, kondisi sebelumnya ketika pasokan beras dari operasi pasar Pemerintah sedang melimpah, maka harga beras cenderung stabil. Kalaupun mengalami kenaikan, tidak setinggi seperti yang saat ini tengah terjadi.
"Sekarang beras operasi pasar tidak terlalu banyak, jadi harga beras jadi tinggi, jadi yang memengaruhi harga tinggi itu karena beras operasi pasar sedang tidak banyak, sehingga memengaruhi harga pasar," kata Ida.
Pada kesempatan yang berbeda, Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri menilai tingginya harga beras yang terjadi belakangan ini dipengaruhi oleh pesta demokrasi yang berlangsung pada 14 Februari 2024.
"Kita juga berhadapan dengan momen Pemilu di mana kebutuhan beras juga sangat besar, kita sudah kepotong bantuan pangan 1,3 juta ton, kita juga harus tahu kondisi Pemilu, politisi kita membutuhkan banyak komoditas pangan untuk dibagikan," kata Abdullah.