IDXChannel - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) secara resmi menurunkan peringkat korporasi PT Industri Kereta Api (INKA) menjadi idBB dari posisi sebelumnya di level idA-. Penurunan peringkat ini dipicu oleh meningkatnya tekanan pada profil bisnis dan pelemahan metrik kredit perseroan akibat keterlambatan penyelesaian proyek.
“Pefindo menurunkan peringkat PT Industri Kereta Api (INKA) menjadi idBB dari sebelumnya idA-. Prospek dipertahankan di negatif,” ujar Analis Pefindo, Tsanya Chindra & Jono Syafei, dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (30/8/2026).
Pefindo menjelaskan bahwa aksi penurunan peringkat tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap profil bisnis INKA dan melemahnya metrik kredit akibat keterlambatan pengiriman yang berkepanjangan pada proyek Kereta Commuter Indonesia (KCI).
Kendala tersebut berdampak langsung pada pengetatan arus kas internal INKA, yang kemudian berujung pada ketidakmampuan perseroan untuk melunasi pembayaran kewajiban kepada para pemasok secara tepat waktu.
Peringkat korporasi ini sejatinya masih ditopang oleh posisi pasar INKA yang telah mapan di industri manufaktur sarana perkeretaapian domestik. Namun, penilaian tersebut tertahan oleh meningkatnya risiko likuiditas, risiko yang berkaitan dengan eksekusi proyek, serta tingginya tingkat ketergantungan pendapatan perseroan terhadap satu pelanggan utama.
Pefindo turut mengingatkan bahwa peringkat INKA berpeluang dipangkas lebih lanjut apabila kendala keterlambatan pengiriman pada proyek KCI dan pengerjaan proyek-proyek berjalan lainnya terus berlarut-larut.
Situasi tersebut dinilai dapat memicu pelemahan lanjutan pada tingkat profitabilitas, kapasitas pembentukan arus kas, serta rasio leverage akibat lonjakan beban bunga, potensi pembengkakan biaya (cost overrun), dan penambahan kebutuhan modal kerja yang dibiayai melalui instrumen utang.
"Prospek dapat direvisi menjadi stabil tanpa perubahan peringkat apabila INKA berhasil menyelesaikan permasalahan pengiriman KCI dan menunjukkan kemampuannya untuk mengeksekusi serta menyelesaikan proyek secara berkelanjutan dan tepat waktu, tanpa terjadinya kembali gangguan pengiriman yang material, dengan tetap mempertahankan profil keuangan yang konsisten dengan kategori peringkat saat ini," tulis Pefindo. (Febrina Ratna Iskana)