Pembelian energi dan produk pertanian AS oleh China disebut-sebut sebagai bagian potensial dari kesepakatan, meskipun belum ada rincian konkret yang diumumkan.
China belum mengimpor minyak dari AS sejak Mei 2025 akibat tarif 20 persen yang diberlakukan selama perang dagang, dan penghapusan tarif tersebut kemungkinan menjadi syarat utama untuk melanjutkan kembali pembelian dalam skala besar.
Bahkan pada puncaknya, AS tidak pernah menjadi pemasok utama minyak mentah bagi negara pengimpor minyak terbesar di dunia tersebut.
Impor minyak AS oleh China mencapai puncak sekitar 395.000 barel per hari pada 2020, atau kurang dari 4 persen dari total impor China.
Pada 2024, sebelum Trump kembali menjabat, angka tersebut turun menjadi 193.000 barel per hari dengan nilai sekitar USD6 miliar.