sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Klaim Berhasil Jaga Inflasi Selama Ramadan, Idulfitri, hingga Nyepi 2026

Economics editor Rohman Wibowo
03/04/2026 19:33 WIB
Pemerintah mengklaim keberhasilan dalam mempertahankan stabilitas inflasi selama masa Ramadan, Idulfitri, hingga Nyepi pada 2026. 
Pemerintah Klaim Berhasil Jaga Inflasi Selama Ramadan, Idulfitri, hingga Nyepi 2026. (Foto Istimewa)
Pemerintah Klaim Berhasil Jaga Inflasi Selama Ramadan, Idulfitri, hingga Nyepi 2026. (Foto Istimewa)

Selain itu, realisasi penjualan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama Maret telah mencapai 66,84 ribu ton. Kehadiran beras SPHP di pasar diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan konsumsi beras bermutu dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan produk komersial lainnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, pergerakan inflasi secara umum masih dipengaruhi oleh andil komponen harga bergejolak yang didominasi oleh sejumlah bahan pangan pokok strategis, di antaranya daging ayam ras, beras, telur ayam, cabai rawit, serta daging sapi. Kontribusi dari komponen pangan ini tercatat menjadi yang tertinggi jika dikomparasikan dengan inflasi inti maupun harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Inflasi di Maret 2026 sebesar 0,41 persen ini utamanya dipicu oleh kenaikan pada komponen harga bergejolak yang tercatat sebesar 1,58 persen. Sektor ini memberikan sumbangsih inflasi paling signifikan, yakni sebesar 0,27 persen," kata Ateng.

Apabila mencermati tren dalam tiga tahun terakhir, masa setelah Idulfitri biasanya selalu diikuti oleh fenomena deflasi pangan. Sebagai gambaran, pada 2024, inflasi pangan di bulan Maret sebesar 2,16 persen berbalik menjadi deflasi 0,31 persen di bulan April. Pola serupa terulang pada 2025, di mana inflasi sebesar 1,96 persen pada Maret menyusut menjadi deflasi tipis 0,04 persen di bulan berikutnya.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement