“Cadangan beras kita 4,8 juta ton per hari ini. Jadi tidak usah khawatir. Kalau stoknya banyak berarti harganya bisa terkendali,” katanya.
Menurutnya, selain memastikan stok tersedia, pemerintah perlu memastikan beras bergerak secara efektif dari produsen dan Bulog menuju pasar, pengecer, hingga konsumen. Dengan demikian, ketersediaan beras di tingkat nasional dapat dirasakan masyarakat dalam bentuk pasokan dan harga yang terjangkau.
“Beras ini bukan hanya masalah stok saja. Tetapi juga bagaimana kita memastikan beras ini disalurkan dari produsen dan juga dari Bulog ke pasar secara efektif dan efisien, dan dari situ disalurkan lagi ke pengecer-pengecer dan juga sampai ke masyarakat, konsumen,” tutur Titiek.
Salah satu pedagang beras PIBC Anto, menyampaikan harga beras mulai mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir. Menurutnya, penurunan terjadi sekitar Rp500 per kilogram di tingkat distributor.
“Dua minggu terakhir ini ada penurunan, mungkin karena efek bantuan pangan. Jadi yang biasanya beli beras ke kita sudah dikasih bantuan sama Pak Prabowo, jadi kebutuhan menurun. Yang beli sedikit, harga otomatis turun. Itu hukum pasar,” ujar Anto.