Di kesempatan yang sama, Bahlil juga meninjau realisasi Program Lisdes 2025, ia menyampaikan bahwa percepatan pemerataan akses listrik merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), dapat menikmati manfaat pembangunan secara merata.
"Memang saudara-saudara kita yang belum dapat listrik itu adalah selalu jauh dengan akses gardu induk. Jadi secara bisnis oleh PLN nggak masuk, maka pemerintah harus hadir. Karena arahan Bapak Presiden itu bukan persoalan mahalnya, tapi pelayanannya. Karena setiap warga negara punya hak yang sama untuk negara hadir dalam memberikan listrik," ujar Bahlil.
Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, pemerintah terus memperluas infrastruktur kelistrikan melalui Program Lisdes. Sepanjang tahun 2025, Program Lisdes telah terealisasi di 1.403 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk 113 lokasi di Provinsi Jawa Tengah.
Pemerintah akan melanjutkan upaya tersebut pada tahun 2026 dengan target pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.520 lokasi secara nasional, termasuk 16 lokasi di Provinsi Jawa Tengah.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan, kesiapan PLN untuk mendukung agenda pemerataan akses listrik hingga ke wilayah 3T sesuai arahan Kementerian ESDM.