Sepanjang tahun 2025, PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4.856,17 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3.662,68 kilometer sirkuit, serta gardu distribusi dengan kapasitas 105.280 kilovolt ampere (kVA) untuk merealisasikan Program Lisdes di 1.403 lokasi.
“PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke pelosok negeri. Melalui Program Lisdes, kami terus memperluas infrastruktur kelistrikan agar semakin banyak masyarakat, khususnya di wilayah 3T, dapat menikmati listrik sekaligus mendorong peningkatan rasio elektrifikasi nasional,” jelas Darmawan.
Pemerataan akses listrik juga diperkuat melalui Program BPBL yang diinisiasi oleh Kementerian ESDM. Upaya tersebut menjadi solusi bagi masyarakat prasejahtera yang belum mampu melakukan pasang baru listrik meskipun jaringan listrik telah tersedia di wilayahnya.
“Program BPBL ini membantu menjembatani masyarakat yang sudah berada di wilayah berlistrik namun belum mampu melakukan penyambungan. Dengan hadirnya listrik, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, mendukung pendidikan anak, serta memperbaiki kualitas hidup keluarga,” kata Darmawan.
Salah satu penerima manfaat Program Lisdes dan BPBL, Markamah (58), yang sehari-hari bekerja sebagai penganyam bambu, merasakan manfaat listrik yang membuatnya dapat meningkatkan produktivitas hingga malam hari.