AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Pemkot Bekasi Batasi 50 Persen Kapasitas Ibadah di Gereja Saat Natal 2021

ECONOMICS
Jonathan Simanjuntak/MPI
Jum'at, 26 November 2021 10:33 WIB
Pemkot Bekasi membatasi jumlah jemaat yang dapat melakukan kegiatan atau perayaan Natal di gereja.
Pemkot Bekasi Batasi 50 Persen Kapasitas Ibadah di Gereja Saat Natal 2021(Dok.MNC Media)
Pemkot Bekasi Batasi 50 Persen Kapasitas Ibadah di Gereja Saat Natal 2021(Dok.MNC Media)

IDXChannel- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membatasi jumlah jemaat yang dapat melakukan kegiatan atau perayaan Natal secara bersamaan atau hybrid pada perayaan Natal 2021 di Kota Bekasi. Kebijakan tersebut tertuang pada Surat Edaran Nomor 443.1/1857/SET.COVID-19 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022 di Wilayah Kota Bekasi.

“Jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan lbadah dan perayaan Natal secara berjamaah atau kolektif tidak melebihi 50% (lima puluh persen) dari kapasitas total gereja,” tulis Rahmat Effendi dalam keterangannya, Jumat (26/11/2021).

Rahmat juga mengimbau para gereja di Kota Bekasi untuk membentuk Satuan Tugas Protokol Kesehatan penaganan Covid-19. Nantinya, pelaksanaannya akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bekasi.

“Pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga,” tutur Rahmat.

Pepen juga mengimbau pengurus gereja untuk dapat memberikan tata ibadah secara kolektif atau berjamaah fan juga menyiapkan ibadah secara daring. Dalam kewajibannya, pengurus dan pengelola gereja juga berkewajiban untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan:

“Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area gereja, Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk dan keluar dari gereja serta hanya yang berkategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk, Mengatur arus mobilitas jemaat dan pintu masuk dan pintu keluar gereja guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sementara, tambah Rahmat, gereja juga dipastikan dapat menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun atau hand sanitize di pintu masuk dan pintu keluar gereja. Kemudian juga menyediakan alat pengecekan sugu.

“Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 (satu) meter, dan Melakukan pengaturan jumlah jemaat/umat/pengguna gereja yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak.” tutupnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD