Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mewujudkan proyek ini, termasuk mitra internasional seperti INPEX dari Jepang, Petronas dari Malaysia, serta Pertamina sebagai perusahaan nasional.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerja sama dengan investor harus dibangun atas dasar saling menguntungkan, namun tetap berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
"Para investor harus untung. Sekali lagi, sebagai bangsa yang punya harga diri dan kehormatan, kita malu kalau mitra kita tidak puas, kalau mitra kita rugi, kalau mitra kita tidak bahagia. Tapi sebaliknya, kita punya tanggung jawab yang besar kepada rakyat kita," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, Proyek LNG Abadi Masela akan menjadi fondasi penting bagi transformasi ekonomi Indonesia menuju negara industri modern.
Proyek tersebut akan menyediakan energi yang dibutuhkan untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi nasional.
"Ekonomi, pembangunan, transformasi, hilirisasi, dan industrialisasi harus secepatnya membawa kemakmuran untuk sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia. Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi," katanya.
Presiden kemudian secara resmi memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela dari Istana Merdeka, Jakarta.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, hari Kamis, 16 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyatakan groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara resmi dimulai," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)