sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pencari Rumah Mulai Hitung Waktu Tempuh, Properti di Jakarta Pusat Kian Diminati

Economics editor Dhera Arizona Pratiwi
19/09/2026 03:03 WIB
Pencari properti di Jabodetabek semakin selektif dalam menentukan kompromi antara harga rumah, luas bangunan, dan lokasi.
Pencari Rumah Mulai Hitung Waktu Tempuh, Properti di Jakarta Pusat Kian Diminati. (Foto Istimewa)
Pencari Rumah Mulai Hitung Waktu Tempuh, Properti di Jakarta Pusat Kian Diminati. (Foto Istimewa)

“Yang dicari konsumen bukan semata-mata pusat kota atau pinggiran kota. Mereka mencari lokasi yang paling sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Dalam konteks ini, rumah sekunder yang lebih compact, apartemen, atau properti yang membutuhkan renovasi di lokasi strategis dapat menjadi alternatif yang relevan bagi sebagian pencari rumah,” kata dia.

Di tingkat tahunan, Bogor memimpin pertumbuhan harga rumah sekunder di Jabodetabek sebesar 3,2 persen, diikuti Bekasi 1,9 persen, Depok 0,4 persen, dan Jakarta 0,2 persen. Angka ini memperlihatkan kenaikan minat pencarian di wilayah inti Jakarta belum otomatis diterjemahkan menjadi kenaikan harga tercepat.

"Pasar properti Jabodetabek bergerak dengan karakter yang berbeda di setiap kota dan koridor hunian," katanya.

Secara nasional, pertumbuhan harga rumah sekunder juga menunjukkan ketimpangan yang lebar antarkota. Makassar mencatat kenaikan harga tahunan tertinggi sebesar 9,5 persen, diikuti Medan 8,9 persen dan Denpasar 7,4 persen.

Ketiga kota tersebut tumbuh jauh di atas rata-rata nasional sebesar 0,8 persen. Sementara itu, Jakarta, Surabaya, dan Surakarta masing-masing hanya mencatat pertumbuhan 0,2 persen, 0,3 persen, dan 0,1 persen.

Halaman : 1 2 3 4 5
Berita Rekomendasi

Berita Terkait
Advertisement
Advertisement