"Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya tempat naik dan turun dari pesawat saja, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat," tambahnya.
Ia menjelaskan, proses beautifikasi terminal ditargetkan mulai berjalan dan rampung secara bertahap hingga triwulan pertama 2027. Dari total investasi yang disiapkan, sekitar Rp140 miliar dialokasikan khusus untuk pekerjaan beautifikasi interior dan peningkatan pengalaman pelanggan (customer experience).
Dalam desain baru tersebut, area lobi, ruang tunggu, musala, hingga toilet akan mengalami perubahan signifikan. Miniatur Istana Pagaruyung juga akan ditempatkan di area terminal sebagai ikon baru sekaligus titik foto bagi penumpang.
Luas terminal bertambah dari 20.568 meter persegi menjadi 49.950 meter persegi. Jumlah konter check-in juga akan meningkat dari 26 menjadi 35 unit, termasuk lima konter khusus pelanggan CIP. Sementara itu, fasilitas baggage claim dan aerobridge turut diperluas.
"Semua interior sudah final decision, tinggal pelaksanaannya. Kami juga meminta pendampingan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat agar proses pengadaan berjalan sesuai aturan dan tidak terjadi kesalahan administrasi," katanya.