Dony juga mengatakan program beautifikasi ini memiliki 4 fokus utama, Pertama sentuhan budaya Minangkabau yang modern di mana dilakukan transformasi visual interior dengan perpaduan arsitektur modern dan motif tradisional Minangkabau seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung.
Kedua, peningkatan fasilitas dan kenyamanan melalui peremajaan area tunggu (boarding lounge), optimalisasi ambience, serta peningkatan fasilitas toilet untuk memenuhi standar global serta ramah disabilitas.
Ketiga, penataan alur penumpang (flow management) dengan menata ulang tata letak area check-in dan komersial untuk menciptakan pergerakan penumpang yang lebih lancar, luas dan bebas hambatan (seamless).
Keempat, tersedianya area hijau di dalam terminal (indoor greenery) dengan menambahkan elemen lanskap hijau di titik-titik strategis sehingga membawa nuansa asri, sejuk dan menenangkan bagi penumpang pesawat.
(Febrina Ratna Iskana)