AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Penggunaan Air tanah di DKI Akan Dilarang, Kementerian PUPR Kebut Dua Proyek SPAM

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Selasa, 05 Oktober 2021 09:56 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan operasional dua proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan operasional dua proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). (Foto: MNC Media)
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan operasional dua proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan operasional dua proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional, Jatiluhur 1 dan Karian Serpong, pada 2024 mendatang. 

Finalisasi kedua proyek SPAM tersebut untuk mendukung air baku sebagai sumber kehidupan masyarakat di DKI Jakarta, Bekasi dan Karawang. Sebab, pemerintah pusat meminta agar pemerintah daerah ketiga kawasan tersebut menyetop penggunaan air tanah untuk mengantisipasi penurunan permukaan tanah di Jakarta.

"Dua SPAM bakal mulai beroperasi pada 2024. Mudah-mudah bisa terlaksana," ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, dikutip Selasa (5/10/2021). 

Alasan lain kedua proyek tersebut harus dikebut pemerintah karena Jakarta tidak memiliki sumber air baku. Karena itu, untuk mendukung pengaliran air ke Jakarta dan sekitarnya, pemerintah harus merampungkan pengerjaan proyek SPAM tersebut. 

Dimana, inisiasi sumber air akan diambil dari Bendungan Jatiluhur untuk SPAM regional Jatiluhur 1 dan Bendungan Karian untuk SPAM Karian Serpong.

Sebelumnya, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mencatat, aktivitas manusia menjadi penyebab utama penurunan muka tanah terjadi di Jakarta.

Dimana, BPPT melalui Tim Indonesian Network for Disaster Information (INDI 4.0) menemukan bahwa DKI Jakarta dengan segala jenis kegiatan dan pemukiman penduduk, mengalami permasalahan penurunan muka tanah. 

Direktur Pusat Teknologi Reduksi dan Resiko Bencana (PTRRB) BPPT M Ilyas menyebut, hasil kajian teknis menunjukkan bahwa perkembangan Kota Jakarta selama 50 tahun terakhir, yang diiringi oleh peningkatan aktivitas lainnya, telah menyebabkan penurunan muka tanah.

Menurutnya, permasalahan penurunan muka tanah di Jakarta harus dapat dikendalikan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengurangi eksploitasi air tanah di wilayah tersebut. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD